Hijab itu sendiri adalah Allah

Hijab itulah Allah

Tuan-tuan dan puan-puan, muslimin serta muslimat yang dirahmati Allah sekalian. Sebagaimana yang kita ketahui umum, bahawa Allah itu tidak sedikitpun terhijab, terdinding, Allah tidak ada tembok pemisah, tidak ada tirai , tidak ada penghadang dari kita memandang, menilik, melihat atau menatap Nya.

Allah itu bukan sesuatu, sungguhpun Allah itu bukan sesuatu, namun Allah zahir pada tiap-tiap sesuatu. Bagaimana mungkin Allah itu terhijab oleh sesuatu, sedangkan Allah itu, zahir pada tiap-tiap sesuatu!. Kenapa sehingga kita tidak terlihat atau terpandang Allah pada tiap-tiap sesuatu?. Tidakkah terangnya cahaya matahari itu dikala teriknya, terang lagi wajah dan rupa Allah. Tidakkah dekatnya mata putih dengan mata hitam dan dekatnya urat lehir dengan nyawa, sesungguhnya dekat lagi Allah dan wajahNya. Bagaimana munkin Allah itu tidak kelihatan?. Adalah menjadi suatu perkara mustahil, bilamana Allah tidak dapat dilihat!.

Allah itu halus, sungguhpun Allah itu teramat halus, tetapi Ianya adalah teramat terang dan teramat nyata!. Sehalus manapun Allah itu, ianya tetap akan dapat dilihat, dipandang dan ditilik oleh pandangan mata. Sungguhpun Allah itu teramat-amat halus, namun mata tetap akan terlihat Allah!. Biarpun mata zahir tertutup, tercabut, tercuungkil keluar atau sebagaimana buta sekalipun, rupa dan wajah Allah akan tetap dapat kita lihat dan dapat kita padang!.

wajah Allah beserta rupaNYa itu, akan tetap dapat dilihat, dipandang dan akan tetap dapat ditilik oleh pandangan. Allah itu terang, terangnya Allah itu sehingga tidak sedikitpun terlindung oleh pandangan mata (mahupun mata kasar). Dengan hanya melalui pandangan pancaindera mata kasarpun, Allah itu akan terlihat, tertilik, terpandang dan ternampak, apa lagi denngan mata halus (mata basyirah).

Allah itu, akan dapat ditilik, dilihat dan dipandang, sungguhun mata dipejam, apa lagi bilamana kita membuka mata!. Allah sedikitpun tidak terlindung, tertutup atau terhijab oleh kelopak mata, diketika kita memejam mata, apa lagi diketika kita membuka mata.

Allah tidak ada hijab dan tidak ada dinding untuk menghalang kita dari memandangNya!. Walau sekalipun orang itu dari kalangan orang-orang yang buta sifat mata zahirnya. Allah akan terkelihatan walaupun tanpa biji mata. Senang dan mudahnya untuk melihat Allah itu, sehingga tidak memerlukan kepada adanya biji mata. Tanpa adanya biji mata sekalipun, kita akan tetap dapat melihat Allah!. Melihat dan memandang Allah itu, adalah pekara mudah dan perkara senang. Sekalipun mata dipejam, Allah akan tetap ternyata pada sekalian pandangan.

Allah tidak ada hijab (dinding). Sebab apa Allah itu tidak ada hijab?. Allah itu tidak ada hijab, sebabnya adalah kerana “HIJAB ITU SENDIRI, ADALAH ALLAH”.  Mana mungkin Allah tidak terlihat atau tidak terpandang, sedangkan “hijab itu sendiri adalah Allah”!. Begitulah terang, begitulah jelas dan begitulah dekatnya Allah, kenapa masih tidak terpandang Allah?. Selagi tebal hijab, selagi itulah terangnya Allah (lagi tebal hijab, lagi terang Allah dan lagi tebal hijab, lagi terang Allah!). Allah itu tidak terhijab oleh sesuatu!. Tidak ada sesuatu yang boleh menghijab Allah.

Jika  ada sesuatu yang boleh menutup, mendinding atau menghijab Allah, bererti sesuatu itu lebih tinggi dan lebih berkuasa dari Allah. Untuk itu, ketahuilah olehmu bahawa denngan sesungguhnya, tidak ada sesuatu makhluk yang boleh menutup, menghijab atau mendinding Allah dari terpandang, terlihat atau dari ternampak oleh pandangan kita!.

Tidak ada sebab untuk dibuat alasan dan tidak ada alasan untuk dibuat sebab, kenapa Allah tidak terlihat atau tidak terpanang mata!. Tidak ada kerana dengan suatu kerana untuk tidak terpandang Allah!.

Dimanapun jua kamu hadapkan muka mu, disitu juga kita akan tetap tertilik Allah!. Tidak ada ruang untuk tidak terpandang Allah. Lagi kita letakkan tembok batu, dinding kayu, kain tirai, kain tabir atau menghadangnya dengan kain langsir atau hijab pemisah yang paling tebal sekalipun, tidak akan sekali-kali memisahkan kita dari terlihat Allah.

Lagi kita letakkan hijab atau kita letak tembok penghadang dihadapan mata kita, lagi terang terlihat Allah. Lagi tebal hijab kita letak dihadapan mata, lagi  jelas terpandang Allah dan lagi nyata  tertilik Allah. Ketahuilah olehmu wahai sekalian pembaca yang budiaman sekalian, sesunggguhnya tidak ada ruang untuk kita supaya tidak terpandang, terlihat atau tertilik Allah. Hadanglah penglihatan kita itu dengan tujuh bukit bukau, gunung ganang atau jarakkanlah diri kita dengan tujuh lautan sekalipun, namun tidak sedikitpun memisahkan dari mata kita memandang wajah dan rupa Allah!. KERANA HIJAB ITU SENDIRI, ADALAH ALLAH.

Kerana hijab itulah Allah!……………………………………………….

Baik dengan mata halus, sekalipun dengan mata, Allah itu tidak sedikitpun terlindung dari pandangan!. Begitulah terang, jelas dan nyatanya Allah itu. Allah itu nyata senyata nyatanya. Allah itu tarang, seterang terangnya dan Allah itu jelas, sejelas jelasnya.

Diketika kita sedang melihat, tidakkah yang besifat melihat itu sendiri adalah sifat Allah?.  Bilamana perkara “melihat” itu sendiri adalah sifat Allah, mana mungkin Allah terhijab oleh sesuatu!. Sedangkan melihat itu sendiri adalah sifat Allah!, mana mungkin Allah itu akan terhijab oleh sesuatu!. Tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mingkin……………………………………. dan tidak mungkin Allah terhiijab, tidak mungkin Allah terdinding dan tidak mungkin Allah terlindung!. Kenapa kamu tidak melihat?…………………………………sila jawab pertanyaan saya. Disaat ini, dimasa ini dan diketika ini, saya mahu tuan-tuan ajukan pertanyaan itu kepada diri tuan-tuan sendiri!. Sekarang ajukan petanyaan.

Apakah jawapan tuan-tuan dan puan-puan memihak kepada tidak atau belum?. Jika tidak dan jika belum, kenapa, kenapa dan kenapa?………………………………………………

Bilamana mata bertemu penglihatan atau bilamana sifat bertemu sifat, itulah tanda orang makrifat, itulah yang dikatakan tilikan makrifat!.  Bilamana ditilik dengan tilikan makrifat, tidaklah yang dilihat itu, adalah juga yang melihat!. Tidakkah yang ditilik itu, adalah juga yang menilik.  Sudah tidak ada yang lain lagi selain Allah!. Mana mungkin Allah itu tidak kelihatan, sedangkan yang bersifat melihat itu sendiri, adalah Allah!. Inilah yang dikatakan wajah bertemu wajah!. Bilamana wajah bertemu wajah, maka Allahlah yang tertilik oleh segenap pandangan!. Itulah makanya ulamak-ulamak terdahulu meyimpulkan bahawasanya Allah itu tidak ada hijab, “kerana yang menghijab itu sendiri adalah Allah!”.

Saya teringgat pantun Tok Kenali yang diceritakan oleh ayahda Mohd Yuusof Cik Wook;

PUCUK PAKU SAYURPUN PAKU, DIMASAK OLEH ULAMAK SEBERANG,

TENGOKLAH AKU DAN TILIKLAH AKU, AKU BERADA DITEMPAT TERANG.

Jika Allah boleh terhijab, terlindung atau terdinding hanya dengan kulit kelopak mata yang nipis itu, alangkah lemahnya Allah!. Apalah sangat tebalnya kulit kelopak mata, jika dibandinkan dengan kuasa Allah!. Kenapa kulit kelopak mata sahaja, boleh sampai menghijab Allah?.  Jika ditoreh dengan kuku pun kulitnya boleh terkoyak, belum lagi ditoreh dengan pisau, masakan Allah Yang Maha Besar itu, boleh terlindung hanya dengan kulit kelopak mata yang berupa daging yang nipis?. Cuba tuan-tuan jawab?…………………………………………..

Sesunggguhnya yang menghijabkan kita dengan Allah itu, adalah kebodohan sifat diri kita sendiri!. Diri yang   “booooooooooooooooooooooodoh” sahaja yang tidak nampak Allah!.

Bagi mereka-mereka yang makrifatulah (mengenal Allah), sebenar dan sesungguuhnya Allah itu, tidak ada hijab. Lagi kita adakan hijab, lagi ternampak Allah, lagi kita adakan dinding, lagi terpandang Allah dan lagi kita adakan penghadang, sesunggguhnya lagi tertilik Allah!. Tidak ada alasan, tidak ada ruang, tidak ada sebab dan tidak ada penyebab untuk tidak tertilik Allah!. Kerana alasan itu Allah, ruang itulah Allah, sebab itulah Allah dan penyebab itulah Allah. Lebih tepat lagi, bolehlah disimpulkan bahawa “Allah itu adalah segala-galanya dan segala-galanya itu, adalah Allah”.

Allah itu, adalah Allah. Maka tidak ada ruang lain lagi untuk mengisi ruang, melainkan Allah. Allah menempatkan diriNya Allah, sehingga tidak ada ruang lagi untuk sifat-sifat lain memasuki dicelah-celah antara keduanya!.  Sudah tidak ada ruang lagi untuk diisi oleh selain Allah!. Wujud, ujud dan maujudnya diri Allah itu, sehingga tidak ada tempat dan tidak ada ruang lain lagi untuk yang lain selain Allah. Melainkan engkaulah engkau, ya Allah. Tidak ada yang lain selain diri mu ya Allah.

Segala dan segenap ruang penglihatan ku ya Allah, hanya engkaulah yang ku pandang, hanya engkaulah yang ku lihat dan hanya engkaulah yang ku  tilik ya Allah……………………….

Seumpama terbukanya mata kita diketika mula-mula bangkit dari tidur. Yang mula-mula kita nampak ialah dinding atau tembok simen. Bagaimanakah caranya untuk kita merlihat Allah dikala tertilik tembok simen?……………………………………………….Dan bagaimana caranya untuk memandang hijab itu adalah Allah?………………………………………………..

Tunggu jawapannya di dalam kitab keluaran ketiga yang tiidak berapa minggu lagi…………………………………………….

Amin

Advertisements

34 Replies to “Hijab itu sendiri adalah Allah”

  1. Salam Tuan Haji terimakasih atas kupasan diatas sesungguh allah jadikan kita ini adalah untuk menyatakan allah , allah sebenar terang dan nyata . apabila diri kita telah mati nyatalah allah di segenap pelusuk alam ini

    Like

  2. Asslamualaikum tn hj sy ingin bertanya jika diri yg bodoh itu tidak melihat Allah bukan ka ertinya ada kuasa lain selain Allah bisa membodohkan seseorang itu?bukan ka tn hj beritahu sendiri Allah itu tidak terhijap dan yg menjadi hijap Allah jua…mohon perbetulkan..

    Like

  3. Salam Terimakasih atas kupasan Tuan haji , sesungguh allah jadikan manusia utk menyatakan allah. Allah terang dan nyatakan digenap pelusuk alam ini . Untuk menyatakan allah dengan terang kenakan matikan diri kita ini diri ini yang membuat hijab kepada kita .

    Like

  4. Salam Tuan Haji Terimakasih Kupasan di atas , sesungguh allah jadi manusia untuk menyatakan allah , apabila diri sudah mati nyatalah allah .

    Like

  5. Tuan guru, terima kasih pencerahannya, smg tuan Guru senantiasa dlm berkah dan karunia Alloh SWT.
    Saya menyadari bhw sy benar2 bodoh sebodoh bodohnya, mohon bimbinglah sy Tuan Guru…
    Jazakallohu fiq

    Like

  6. Assalamualaikum wbt …ayah hj. terima kasih krn telah menerangkan kpd sy yg dhoif ini tentang apa itu hijab..jd benarlah jua Allah swt memang tidak terhalang atau dihalang melainkan diatas keizinannya keatas sesuatu yg dikehendakinya…sbg cth makan garam mesti masin dan bukan rasa manis …sebb garam itu sifat dan masin itu adalah roh…betul ker fahaman sy ni ayah hj..

    Like

  7. Tuan yang mulia.
    Tak dapat lagi nak kata. Semuanya Dia. Yang nampak pun Dia, yg tak nampak pun Dia. Yang dengar pun Dia, yg tak dengar pun Dia. Yang rasa pun Dia, yang tak rasa pun, juga Dia. Bila dah segalanya Dia, apa lagi yg ada?. Semuanya tak ada, yang ada dan yg Nyata itu adalah Dia seDia Dianya.
    Maka selesailah segala urusan duniawi hanya menanti saat kembalinya diri ke rahmatullah lil alamin. Amin.

    Like

    1. Syukur kepada Allah, kerana tuan telah diberi jalan pulang yang mutmainnah (redha meredhai). Itulah jalan balik yang benar sebenar-benarnya!. Kepada sahabat-sahabat diluar sana inilah jalan pulang kita yg diterima Allah dan inilah yang dikatakan ilmu jalan pulang.. Terima kasih krn menemui jalan balik yang sebenr- benar. amin drp hj shaari

      Like

  8. Assalam,
    MEMANG BENAR HIJAB ITU SENDIRI ADALAH ALLAH SWT, SEBAB TIADA YANG UJUD,WUJUD DAN MAUJUD MELAINKAN DIA.APABILA DIRI SERTA ALAM SELURUHNYA ADALAH DIA, MANA LAGI ADA WUJUD YANG LAIN. MAKA DIA JUGALAH YANG BERNAMA HIJAB.

    Like

    1. Syukur teramat sangat kepada Allah, krn telah memberi kefahaman yang teramat dalam kepada tuan. Nampaknya tuan sudah faham ilmu makrifat!. Itulah sebenar-benar orang makrifat!. Syabas sy ucapkan kepada tuan. Tuan sudah lulus ujian Allah. amin drp hj shaari. Pinta saya agar tuan turut menulis melalui blog ini, bagi memberi tunjuk ajar kepada kawan-kawan lain dan tolonglah jawab persoalan sahabat-sahabat dari diluar sana yang masih memebrlukan bimbingan tuan..

      Like

  9. salam alaikum,diri manusia itu allah,sedangkan kita adalah manusia.dalam kosong sekosong kosongnya apakah “kita” adalah isinya ?Mohon penjabarannya…..

    Like

  10. Subhanallah …..betapa besar dan agungnya Allah apabila melihat dgn penglihatanya maka yg dilihat pun adalah penglihatannya…dan ketika itulah kita lihat tiadanya kita semua yg ada hanyalah dia..dia itu ada dimana2, sentiasa bersama kita walau dimana berada,malunya kita jika berbuat dosa sdg diri sentiasa bergantung pdnya…namun adakala kita sering lupa padanya walau ia setiap detik disisi dan didepan kita.ustaz bagaimana peranan syaitan dan nafsu terhadap org yg makrifatullah?

    Like

    1. Syaitan dan nafsu itu, sebenarnya siapa punya?. apakah syaitan atau nafsu itu, boleh bergerak sendiri, tanpa izin Allah?. Syaitanpun bertuhankan Alah dan bergerak untuk mengoda kitpun adalah datangnya dari gerak Allah. Iblis, syaitan atau nafsu itu, adalah digerak oleh Allah dan tidak eh bererak sendiri. Jadi jgn tuduh syitan atau nafsu, mrk bergerak atas kehendak Allah jua. amin

      Like

  11. Assalamualaikum . . Ayahanda Tuan Guru, Anakanda sekadar kemukakan kefahaman yg Anakanda dpt.. Mohon pejelasan Ayahanda Tuan Guru..Hijab Itu Sendiri Adalah Allah..kenapa kita tidak terpandang hijab itu adalah Allah..? sebab diri hijab itu tidak mati sebenar2 mati sblum mati..setelah mati segala2nye akan nyata & tiada lagi hijab & tiada lagi halangan. ibarat kenapa kita tidak terlihat tepung yang ada dalam kuih..kerana setelah tepung itu di adun dgn air, gula, garam, perisa, pewarna, majerin ape semua setelah di bakar, setelah di masak jadi lah ia berbagai jenis kuih..kerana sedap nye kiuh, sedap mata memandang mnguirkan rasa berbagai2 jenis kuih.. kerana itulah tak terpadang pada tepung. sedangkan kuih itu terang2 dah tepung..Tepung, Tepung,Tepung Bagi yang bermata basirah akan terlihat & nyata lah Tepung itu..Indahnye Bahasa Makrifat Terang nyata & Lagi Bersuluh.. Anakanda ini anak didik Tuan Guru Haji Sikal..anakanda antara 3pmuda yg dtg ke surau dkt kbng kerian tmpoh hari.. yg btnya kn Hakikat Doa & Bersyukur. Anakanda Mohon Beribu Kemaafan Dari Ayanda Tuan Guru…

    Like

    1. Teramat benar wahai anandaku yang budiman. Pegang dan kunci ayat itu selama-lamanya. Selama-lamanya kita itu, tetap tepong, tepong dan tepong! amin atas kefahaman itu. Kita hanya sekadar bernama garam. bilaman didicampak kedalam lautan, hilanglah garam maka segala-galanya menjadi masin. Masin selama-lamanya.amin drp hj shaari semoga ananda belajarlah dengan tuan guru sikal. Dalam dadanya teramat banyak mutiara .

      Like

  12. saya setuju dengan apa yang tn hj katakan itu. saya percaya apa yang terjadi pada diri saya dan alam sekeliling ini berlaku adalah kerana izin allah.tidak kan hujan, panas jika tidak izin allah.tidak akan mata pedang membunuh jika tidak izin allah. tidak akan peluru menembusi badan jika tidak izin allah. segala apa yang berlaku hidup dan mati semuanya dah ditakdirkan oleh allah s.w.t. semuanya dengan izin allah.

    Like

  13. Dalam hadist kudsi Allah memiliki 70 ribu tabir hijab gelap dan terang jika salah satu tabirnya dibuka maka Cahaya Wajahnya akan membakar orang yg memandangnya,nah ini bagaimana tuan seh tolong penecerahannya

    Like

    1. Yang menyebabkan terbakar itu, sebab kita masih ada sifat diri, cuba diri kita sudah mati atau sudah tidak ada, apa lagi yang hendak hangus dan apa lagi yang henadak terbakar!, binasa! dan jika diri sudah tiada , apa lagi yang hendak dibakar oleh hijab Allah. Untuk itu, binasa dan matikan lah diri kita sebelum kita mati, baru tidak terbakar oleh hijab

      amin drp hj shaari

      Like

  14. melihatnya alloh,hakekatnya ialh suatu sifat yg ttap ada yg qadim lgi azali brdiri pd dzat alloh,alloh wjb brsfat maha mlihat pd yg dpt d lhat oleh manusia atw tidak jauh atw tdk dekat terag atw gelap,zahir atw trsmbunyi dsb.

    Like

  15. Jika terpandang hijab atau sesuatu itu ada (wujud), maka sifat wujud hanya milik Allah (belajar sifat 20 yang wajib diketahui). Jika sifat wujud itu hanya milik Allah, bermakna wujud yang lain tidak ada,. Jika kita mengadakan wujud yang lain selain daripada Allah bermakna kita telah mensyirikkan Allah dengan terang,jelas dan nyata.

    Like

    1. sangat baik kata bicara mu wahai ananda ku. TEPAT, BERNAS DAN NYATA. Kunci katamu itu sampai mati, itulah penyudahnya makrifat. Alangkah baiknya jika ananda kongsi ilmu didada ananda dengan pembaca budiman yang lain diluar sana, yang gelap, kelam hatinya, yg tdk dpt terjemah Allah pada keujudanNya!. drp hj shaari

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s