Pandang Allah Di Sebalik Gerak

 

ALLAH…..Yakinlah kepada Allah Taala dengan seyakin-seyakinnya. Yakin dan percaya kepada Allah itu, hendaklah sehingga sampai kepada tahap tidak berhuruf dan tidak bersuara, tidak berjirim dan tidak berjisim. Yakin kepada Allah itu, hendaklah sampai kepada tahap tidak berhuruf dan tidak bersuara, tidak berjisim dan tidak berjirim.

Adapun maksud tidak berhuruf dan tidak bersuara itu adalah hendaklah perkara yakin kita itu sampai kepada tahap “jangan terlihat adanya makhluk!”. Selagi masih tertilik makhluk, selagi itulah ada huruf dan ada suara. Untuk sampai kepada yakin yang tidak berhuruf dan tidak bersuara itu, hendaklah “jangan tertilik adanya makhluk”. Selagi kita masih terlihat adanya makhluk, selagi itulah adanya jirim dan jisim dan selagi itulah masih ada huruf dan ada suara. Saya ulang lagi sekali, untuk sampai kepada tahap tidak berhuruf dan tidak bersuara itu, hendaklah “jangan tertilik adanya makhluk” (jangan ujudkan makhluk!). Setelah tidak ujud makhluk, barulah dikatakan Allah itu tidak berhuruf dan tidak bersuara, tidak berjisim dan tidak berjirim. Selagi ada makhluk dan selagi wujud makhluk, selagi itulah kita tidak dikatakan bertauhid kepada Allah Taala. Kerana kita masih wujudkan huruf dan wujudkan suara. Bererti keyakinan tuan-tuan kepada Allah belum bulat dan belum putus bertauhid kepada Allah!

Allah itu meliputi, menyeluruh, sempurna, bijaksana dan sehingga tiada satu ruang yang tidak ada Allah. Selagi adanya semesta alam ini, selagi itulah adanya Allah. Sebab apa? Sebabnya adalah kerana Allah itu meliputi sekalian alam. Meliputinya Allah itu, sehingga tidak ada ruang dan tidak ada tempat yang tidak ada Allah, Allah ada di mana-mana (tidak ada tempat yang tidak ada Allah) itulah ertinya Allah meliputi sekalian alam.

Allah itu meliputi sekalian alam, ertinya Allah ada pada tiap-tiap yang wujud. Yakinlah akan kewujudan Allah, pada tiap-tiap ciptaannya dan kejadiannya sehingga sempurna, adalah tersembunyi Allah disebaliknya (tetapi kenapa kita masih tidak terlihatNya)? Lihat dan tiliklah alam ini, sesungguhnya di alam ini tiada lain melainkan hanya Allah jua yang wujud.

Alam dan diri kita tidak ada, yang ada hanyalah kudrat Allah dan wujud Allah. Kita tiada daya upaya melainkan izin Allah. Ungkapan ini amat jelas menggambarkan betapa bergantungnya makhluk kepada Allah Taala. Berfungsinya kita ini, adalah di atas dasar sifat mengikut ketetapan Allah itu sendiri. Kenyataan ini diperkuatkan dengan, tidak bergerak sezarah pun tanpa izin Allah. Jika sesiapa faham akan kata-kata di atas, maka tiada lagi sifat keakuan dan sifat diri. Umpama aku kaya, aku yang kuat, aku berpendidikan tinggi, aku alim, aku berpangkat dan sebagainya. Kerana secara logik akal, kita tahu tubuh badan ini diciptakan oleh Allah. Seluruh alam semesta ini diciptakan Allah. Apa lagi suara atau akal serta kelakuan diri semuanya kudrat Allah. Kesimpulan dan penamat untuk yakin akan wujudnya Allah agar kita benar-benar percaya dan tidak lupa Allah biar sesaat.

Berfungsinya jasad kita ini, adalah di atas dasar sifat kebergantungan kepada roh, tanpa roh jasad itu jadi mayat. Begitu juga alam semesta dan isinya adalah bergantung dan berfungsi disebabkan roh. Siapakah roh? Persoalan ini terjawab bila kita merenung ke dalam diri kita sendiri. Roh selalunya diambil tahu apabila di ketika kita mati sahaja. Semasa masih hidup, sesiapa pun tidak ambil tahu tentang roh. Roh itu, adalah rahsia Allah. Kerana adanya rohlah makanya jasad boleh merasa gerak, merasa bahagia, merasa miskin, kaya, senyum, marah, sombong, bongkak, berharta, cantik, tinggi, rendah, hitam, putih, merajuk, dan sebagainya. Merasanya kita kepada perkara-perkara di atas, adalah dikeranakan adanya roh. Untuk itu, barang siapa yang berhajat untuk mengesakan Allah atau hendak bertauhid kepada Allah, sebelum bertauhid kepada Allah hendaklah terlebih dahulu mengenal roh! Tanpa mengenal roh, tuan-tuan tidak akan dapat untuk bertauhid kepada Allah Taala!

Allah telah berfirman, “Aku jadikan makhluk dan apa-apa yang kamu perbuat”. Yakinlah kita pada hari ini bahawa, apa-apa yang kita perbuat itu, sesungguhnya telah terbuat di Loh Hul Mahfuz sebelumnya. Allah perzahir, pertonton dan perlihatkan sifatNya “melalui perbuatan” roh. Barang siapa berhajat untuk melihat Allah, maka lihatlah kepada perbuatan roh. Perbuatan roh pula dizahir, diperlihat dan dipertontonkan pula melalui jasad kita. Oleh itu, barang siapa berhajat untuk melihat roh, maka lihatlah perbuatan kita. Terlihat perbuatan kita, maka terlihatlah roh. Bilamana terlihat roh maka terpandanglah Allah Taala. Terlihat seumpama roh yang perbuat, namun pada hakikatnya rohlah perbuat.

Untuk tinggi lagi martabat makrifat kita, kita tidak lagi boleh dudukkan kepada roh yang perbuat, melainkan Allahlah yang perbuat (bukan roh yang perbuat tetapi Allahlah yang perbuat segala gerak perbuatan). Bertauhidlah kita pada hari ini bahawa segala afaal dan apa-apa yang diperbuatkan oleh sekalian makhluk itu, adalah “penzahiran Allah”. Bilamana terlihat perbuatan makhluk, hendaklah terpandang Allah. Itulah yang dikatakan tauhid kepada Allah (tauhidul afaal).

Mulai hari ini, marilah kita bertauhid kepada Allah dengan mengaku bahawa segala afaal yang makhluk perlakukan itu, adalah semata-mata bagi memperlihatkan Allah disebaliknya. Marilah kita melihat Allah melalui perbuatan makhluk. Allah zahirkan diriNya melalui afaal kita.

Ihsan dari air tangan Hj. Shaari…amin.

Hj. Shaari Hj. Mohd Yusof,
Fakulti Makrifat, Universiti Qalbu Mukmin.
Jangan Sampai Terlihat Adanya Diri!

12 Replies to “Pandang Allah Di Sebalik Gerak”

  1. abah guru H.Shaari, yang berbuat dan yang merencanakan atas semua segala yang terjadi itu apa ALLAH? dan apakah kita sebagai manusia (adam) bisa melawan atas apa yg sudah di rencanakan ALLAH? baik itu perbuatan baik dan buruk ny

    mohon bimbingan abah guru

    Like

    1. Perkara yang baik itu, selalunya kita kata datangnya dari Allah Taala.Apakah perkara buruk itu, datangnya dari Allah yang lain?. Apakah ada Allah lain yang memperbuat jahat? dan ada Allah lain yag memperbuat perkara baik?, cuba jawab; Allah itu ada satu atau ada dua?…………….amin drp hj shaari

      Like

  2. QS. An Nisaa’ (4): 78
    … Dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

    Like

  3. Assalamu’alaikum ayahanda H. Saari…semoga ayahanda senantiasa dalam keridhoan Allah SWT. amin. Pertama saya ingin ucapkan banyak terima kasih atas tulisan yang telah ayahanda buat dalam blog dan video di youtbe..banyak rasa faham yang telah saya dapat kan dari semua itu..selanjutnya saya ingin perkenalkan diri bahwa saya bernama mukhsin asal dari Provinsi Riau, Pekanbaru, Indonesia.
    Namun dalam tulisan tersebut sbg hamba yang dhoif ilmu ini ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan :
    1. Kemana ujung jatuh tentang adanya perintah Allah untuk kita bersholawat secara ilmu makrifat.
    2. Dalam mengenal Allah kita harus
    berserah diri secara total. Bagaimana cara berserah sedang kemampuan berserah ini tiada pula kita berpunya..
    3. Dalam menjalani kehidupan ini terkadang kita harus mengambil keputusan dan memilih jalan terbaik bagi kehidupan kita..nah bagaimana pula secara hakikat kita tau kalau pilihan itu adalah terbaik..sementara kemampuan memilih itu kita tak punya..
    Demikian ayahanda, mohon kiranya ayhnda mau memberikan penjelasan..atas kesediaan ayahanda saya haturkan banyak terima kasih..wasalam.

    Like

  4. Salam ayahanda tuan guru…
    Mohon penjelasan kekeliruan anakanda….
    Ketika di waktu mana @ di sepanjang masa utk kita membezakan di mana tempat Allah dan dinama tempat Muhammad…

    Like

  5. hj shaari..amat ikhlas menyampaikan apa yg d spaikAn..hanya yg mgnal ikhlas..ikhlas utuk yg sama sepetiny..kerAna kemuliaan yg myampaikan mengerti..ilmu itu tiadA..salam yg sama Ayahenda hj shaari…
    saudAra mu dr tawAu sAbah..

    Like

  6. Assalamualaikum tuan ..saya ingin bertanya ,bagaimana hakikat nur muhammad yg berada pada hamba yg kafir.. Trimakasih dan halal kan ilmu yg saya ambil dri blog dan video2 tuan dr youtube dan sebagainya..bila tuan haji berceramah di sekitar shah alam klang?..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s