Jangan Terpedaya dan Jangan Tertipu Dengan Diri Sendiri

 

Kita jangan sekali-kali terpedaya dengan diri kita sendiri. Bilamana kita lihat kita cantik, mulalah kita rasa riak, sombong dan besar diri. Bila kita lihat kita kaya, pangkat tinggi dan mempunyai gelaran, mulalah kita tidak lagi ingat yang bahawasanya tinggi itu Allah, kaya itu Allah dan besar itu Allah. Kita ingat segala kaya, segala tinggi dan segala gagah itu milik kita, sedangkan itu semua adalah milik Allah Taala. Inilah yang dikatakan terpedaya dengan diri kita sendiri. Oleh itu jangan sekali-kali terpedaya dengan diri kita sendiri. Jangan kita rasa puas dengan diri kita sehingga lupa kepada Allah Taala.

Oleh itu, marilah sama-sama kita jadikan diri kita ini seolah-olah bukan kita (kita bukan siapa-siapa dan kita ini bukan apa-apa). Kita ini kosong dan kita ini adalah barang mati yang tidak berguna kalau tidak dengan kudrat (kuasa) dan iradat (kehendak) Allah Taala. Kita hidup, kita berjalan, kita berfikir, kita berikhtiar dan yang kita kerjakan sehari-harian itu, adalah semata-mata menumpang dan meminjam pakai pakaian Allah (meminjam pakai kebesaran Allah). Kalau boleh ditinggikan (ditingkatkan) lagi kefahaman kita dalam pengajian ilmu makrifat, kita tidak lagi boleh mengatakan meminjam pakai dan tidak lagi boleh mengatakan istilah menumpang. Pada hakikatnya, kita tidak layak untuk meminjam atau menumpang Allah dan pada hakikatnya kita tidak lagi boleh mengatakan perkataan meminjam pakai atau perkataan menumpang Allah. Pada hakikanya apa yang kita pakai dan apa yang kita miliki itu, itulah sebenar-benar kenyataannya Allah. Berkemungkinan kebanyakan kita terlepas pandang untuk melihat bahawa kita ini adalah “sebenar-benar kenyataan Allah”. Sesungguhnya kita ini tidak memiliki apa-apa sifat melainkan segala yang ada ini, yang wujud ini, yang ujud, dan yang maujud ini adalah sebenar-benar kenyataan Allah di atas kita.

Adalah lebih baik Allah jadikan kita tanpa kita daripada mengadakan kita tanpa Allah. Biar tidak ada kita asal jangan tidak ada Allah. Biarlah adanya kita melalui Dia asal jangan adanya kita melalui kita.

Hj. Shaari Hj. Mohd Yusof,
Fakulti Makrifat, Universiti Qalbu Mukmin.
Jangan Sampai Terlihat Adanya Diri!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s