Kisah Zun Nun Mencari Allah

Zun Nun mengisahkan, ketika aku sedang berjalan di lereng gunung, aku terlihat sekumpulan manusia yang menderita kerana suatu penyakit. Aku bertanya kepada mereka, “Apakah yang telah terjadi kepada kamu semua?”. Mereka menjawab, “Di dalam tempat suluk yang terletak di sini tinggal seorang yang soleh. Setahun sekali dia keluar dari tempat suluk mengubat dengan meniup orang-orang ini, lalu semuanya sembuh. Setelah itu dia pun kembali ke tempat suluknya dan setahun kemudian barulah dia keluar lagi”. Dengan sabar aku menantikan orang alim itu ke luar dari tempat suluk bersama dengan orang-orang lain. Apabila telah sampai masanya, ternyata yang aku lihat adalah seorang lelaki berwajah pucat, berbadan kurus dan bermata cekung. Aku merasa gementar kerana kagum memandang dirinya.

Dengan penuh belas kasihan, orang alim itu memandang orang-orang yang berdoa di situ, kemudian memandang ke atas, setelah itu semua orang yang menderita sakit itu ditiupnya beberapa kali dan semuanya sembuh dari penyakit mereka. Ketika orang alim itu hendak kembali ke tempat suluknya, aku segera menarik pakaiannya dan berkata, “Demi kasih Allah, engkau telah menyembuhkan penyakit-penyakit yang nampak oleh mata kasar tetapi sekarang sembuhkanlah penyakit di dalam batinku ini”. Sambil memandang diriku orang alim itu berkata, “Zun Nun, lepaskanlah tanganmu dariku. Dia Yang Maha Besar mengawasi dari pundak kebesaran dan keagungan-Nya. Jika Dia melihat ada seseorang yang bergantung kepada selain daripada-Nya, pasti Dia akan meninggalkan dirimu bersama orang-orang itu, maka malanglah engkau di tangan orang itu.”, setelah berkata demikian, dia pun kembali ke tempat dia bersuluk.

Pengajaran pertama, untuk mengubati atau untuk menyembuhkan penyakit luaran (zahir) memang ramai yang tahu. Namun tidak ramai yang boleh mengubati penyakit dalaman (batin) yakni penyakit untuk mengenal Allah. Ilmu zahir memang ramai yang tahu tetapi yang susahnya adalah untuk mencari Ilmu Makrifatullah iaitu Ilmu Mengenal Allah.

Pengajaran kedua, janganlah kita bergantung harap kepada sesama makhluk. Manusia adalah makhluk yang lemah, adalah lebih baik kita mohon pertolongan terus kepada Allah Taala tanpa melalui makhluk yang bernama manusia. Pertolongan dan kebergantungan daripada Allah lebih menjamin kita.

Jangan kita berharap kepada suami, jangan kita berharap kepada isteri, jangan kita berharap kepada anak-anak, jangan kita berharap kepada simpanan harta benda, jangan kita berharap kepada kecantikan dan jangan kita berharap kepada kesihatan tubuh badan. Ini kerana, suatu hari kelak semua itu akan meninggalkan kita. Marilah kita sama-sama berharap hanya kepada Allah kerana Allah Taala tidak akan pernah meninggalkan kita.

“Jangan Sampainya Terlihat Adanya Diri”

2 Replies to “Kisah Zun Nun Mencari Allah”

  1. *فَاعْلَم*ْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

    *Maka ketahuilah*, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

    ☝🏽…disuroh kau *ketahui* dulu bkn suruh kau bikin baca2 itu:

    لا اله الا الله

    Kbnykkn hnya dgn.baca2… ksdhn mndpt iman.yg jahil…tnpa *ilmu*…

    – Surah Muhammad, Ayat 19

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s